Kompas, 18 oktober 2014
Membesarkan Posong dari Nol
Zunianto
setelah 13 tahun berkarier di hotel dan menjadi front office manager memilih
meninggalkan pekerjaannya demi Posong kawasan di lembah Gunung Sindoro,
tepatnya di Desa Thalab, Kecamatan
Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Posong adalah obyek wisata alam di antara
tujuh gunung, yaitu Gunung Sindoro, Sumbing, Telomoyo, Andong, Merapi, Merbabu,
dan Muria.
Posong memikat
hati Zunianto sejak 2008, begitu menemukan jalan dan lokasi terbaik menikmati
keindahan matahari terbit, Zunianto mengabdikan semuanya dengan kamera.
Sebagian hasilnya disimpan di lobi sehingga menarik perhatian tamu hotel,
mereka pun minta diantarkan ke Posong. Jadilah Zunianto sebagai pemandu para tamu.
Karena minat
wisatawan ke Posong cukup besar, Zunianto lalu mengajak teman-teman dari
Jogoreso untuk bersama-sama mengelolahnya.
Mereka merancang rencana jadwal perjalanan ke Posong dan menampilkan
Potensi desa lain. Alhasil, ketenaran Posong tersengar hingga ke Pemerintah
Kabupaten Temanggung. Bekti Prijipno
pada waktu itu menjadi kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Temanggung memeberikan bantuan dana Rp 275 juta untuk membangun
sarana pendukung.
Kelompok
Jogoreso pun semakin intens menjaga Posong. Awalnya tak ada tiket yang harus
dibayar pengunjung,namun barulah mereka menetapkan biaya parker yang digunakan
untuk biaya operasional. Pada tahun 2012 Pemerintah Desa Thalab ikut dalam
pengelolaan Posong, Sehingga pemasukan pun dibagi dua.
Setelah itu,
pemerintahan Kabupaten Temanggung kembali mengalokasikan dana untuk
pengembangan wisata Posong, dan mendapatkan Rp 900 juta. Nominal dana yang
besar membuat Zunianto mendapatkan sorotan miring dari warga sekitar. Namun
Zunianto tetap mempresentasikan rencana pengembangan Posong kepada pemerintahan
desa dan perwakilan warga. Sehingga Pemerintahan kecamatan dan Desa pun
memutuskan Posong sebagai badan usaha milik desa. Sehingga Jajaran manajemen
pengelola obyek wisata Posong pun dibentuk. Pendapatan dari tiket masuk Posong
pun meningkat berkisar Rp 20 juta- Rp 25 juta perbulan. Dari jumlah tu, sekitar
18 juta perbulan untuk gaji karyawan.
Menjadi
direktur obyek wisata baru membuat Zunianto harus meluangkan lebih banayk waktu
untuk melatih anak buahnya yang semula berprofesi sebagai petani, tak bisa
berbahasa Inggris, dan umumnya lulusan SMP. Zunianto mengajari dan memotivasi
mereka untuk mempelajari semuanya dari nol.karyawan juga diajari beragam
permainan yang kerap diterapkan pda kegiatan, karena kawasan posong sering
menjadi kegiatan outbound . Kinerja karyawan pun membuat Zunianto bangga
karna mampu memimpin rombongan para dokter dan karyawan dalam kegiatan outbound.
Zunianto
mengatakan, awalnya berhenti bekerja di hotel merupakan suatu keputusan yang
paling sulit yang pernah ia ambil. “ Jika terus bekerja dihotel waktu itu,
hidup saya tidak akan berkembang lebih baik,”ujarnya. Hal serupa ditekankan
kepada jajaran karyawan yang ia pimpin agar mengelola posong maksimal hanya
selama tiga tahun. Setelah itu, mereka diharapkan bisa memiliki kreativitas
untuk berwirausaha sendiri.
Bagi Zunianto,
kemampuan warga melihat potensi alam sekitarnya perlu diasah. Dengan demikian,
tak hanya roda ekonomi yang berkembang tetapi juga demi menyelematkan kekayaan
alam desa yang terancam dialihfungsikan dan dibeli investor. Apalagi, Desa
Thalab juga memiliki potensi tanaman kopi dan tembakau.
Menurut saya
dalam hal ini, sikap Zunianto membesarkan Posong mulai dari awal adalah sikap
yang positif yang wajib kita contoh. Sikap ikhlas dan kerja kerasnya ia lakukan
demi terciptanya Posong menjadi lebih baik. Dia mempunyai kemampuan
mengembangkan potensi alam yang begitu baik. Beliau memiliki tekad yang berani dalam mengambil suatu keputusan. Ia
berhenti dalam pekerjaannya semata-mata untuk membesarkan posong. Zunianto tidak
pernah takut untuk memulai sesuatu yang baru karena Zunianto yakin bahwa
pekerjaan membesarkan posong lebih baik dari pekerjaannya yang bekerja di hotel
yang membuatnya tidak berkembang. Sikap kerja keras Zunianto dalam mebesarkan
posong menjadi sekarang mempunyai banyak manfaat bagi masyarkat. Masyarakat
dapat lebih bisa menikmati indahnya panorama posong yang awalnya terancam
dialihfungsikan dan dibeli investor. Sebaiknya masyarakat mampu mengikuti sikap
Zunianto menciptakan suatu yang hampir tidak digunakan menjadi tempat yang
mempunyai fungsi dan bermanfaat bagi masyarakat.
MUKJIZAH MUKHTAR LUTFI
MUKJIZAH MUKHTAR LUTFI
LA64_PSIKOLOGI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar