Senin, 27 Oktober 2014

Sosok 1

Kompas, 18 oktober 2014

Membesarkan Posong dari Nol
 
Zunianto setelah 13 tahun berkarier di hotel dan menjadi front office manager memilih meninggalkan pekerjaannya demi Posong kawasan di lembah Gunung Sindoro, tepatnya di Desa Thalab, Kecamatan  Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.  Posong adalah obyek wisata alam di antara tujuh gunung, yaitu Gunung Sindoro, Sumbing, Telomoyo, Andong, Merapi, Merbabu, dan Muria. 
Posong memikat hati Zunianto sejak 2008, begitu menemukan jalan dan lokasi terbaik menikmati keindahan matahari terbit, Zunianto mengabdikan semuanya dengan kamera. Sebagian hasilnya disimpan di lobi sehingga menarik perhatian tamu hotel, mereka pun minta diantarkan ke Posong. Jadilah Zunianto sebagai pemandu  para tamu.
Karena minat wisatawan ke Posong cukup besar, Zunianto lalu mengajak teman-teman dari Jogoreso untuk bersama-sama mengelolahnya.  Mereka merancang rencana jadwal perjalanan ke Posong dan menampilkan Potensi desa lain. Alhasil, ketenaran Posong tersengar hingga ke Pemerintah Kabupaten  Temanggung. Bekti Prijipno pada waktu itu menjadi kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung memeberikan bantuan dana Rp 275 juta untuk membangun sarana pendukung.
Kelompok Jogoreso pun semakin intens menjaga Posong. Awalnya tak ada tiket yang harus dibayar pengunjung,namun barulah mereka menetapkan biaya parker yang digunakan untuk biaya operasional. Pada tahun 2012 Pemerintah Desa Thalab ikut dalam pengelolaan Posong, Sehingga pemasukan pun dibagi dua.
Setelah itu, pemerintahan Kabupaten Temanggung kembali mengalokasikan dana untuk pengembangan wisata Posong, dan mendapatkan Rp 900 juta. Nominal dana yang besar membuat Zunianto mendapatkan sorotan miring dari warga sekitar. Namun Zunianto tetap mempresentasikan rencana pengembangan Posong kepada pemerintahan desa dan perwakilan warga. Sehingga Pemerintahan kecamatan dan Desa pun memutuskan Posong sebagai badan usaha milik desa. Sehingga Jajaran manajemen pengelola obyek wisata Posong pun dibentuk. Pendapatan dari tiket masuk Posong pun meningkat berkisar Rp 20 juta- Rp 25 juta perbulan. Dari jumlah tu, sekitar 18 juta perbulan untuk gaji karyawan.
Menjadi direktur obyek wisata baru membuat Zunianto harus meluangkan lebih banayk waktu untuk melatih anak buahnya yang semula berprofesi sebagai petani, tak bisa berbahasa Inggris, dan umumnya lulusan SMP. Zunianto mengajari dan memotivasi mereka untuk mempelajari semuanya dari nol.karyawan juga diajari beragam permainan yang kerap diterapkan pda kegiatan, karena kawasan posong sering menjadi kegiatan outbound . Kinerja karyawan pun membuat Zunianto bangga karna mampu memimpin rombongan para dokter dan karyawan dalam kegiatan outbound.
Zunianto mengatakan, awalnya berhenti bekerja di hotel merupakan suatu keputusan yang paling sulit yang pernah ia ambil. “ Jika terus bekerja dihotel waktu itu, hidup saya tidak akan berkembang lebih baik,”ujarnya. Hal serupa ditekankan kepada jajaran karyawan yang ia pimpin agar mengelola posong maksimal hanya selama tiga tahun. Setelah itu, mereka diharapkan bisa memiliki kreativitas untuk berwirausaha sendiri.
Bagi Zunianto, kemampuan warga melihat potensi alam sekitarnya perlu diasah. Dengan demikian, tak hanya roda ekonomi yang berkembang tetapi juga demi menyelematkan kekayaan alam desa yang terancam dialihfungsikan dan dibeli investor. Apalagi, Desa Thalab juga memiliki potensi tanaman kopi dan tembakau.
Menurut saya dalam hal ini, sikap Zunianto membesarkan Posong mulai dari awal adalah sikap yang positif yang wajib kita contoh. Sikap ikhlas dan kerja kerasnya ia lakukan demi terciptanya Posong menjadi lebih baik. Dia mempunyai kemampuan mengembangkan potensi alam yang begitu baik. Beliau memiliki tekad yang  berani dalam mengambil suatu keputusan. Ia berhenti dalam pekerjaannya semata-mata untuk membesarkan posong. Zunianto tidak pernah takut untuk memulai sesuatu yang baru karena Zunianto yakin bahwa pekerjaan membesarkan posong lebih baik dari pekerjaannya yang bekerja di hotel yang membuatnya tidak berkembang. Sikap kerja keras Zunianto dalam mebesarkan posong menjadi sekarang mempunyai banyak manfaat bagi masyarkat. Masyarakat dapat lebih bisa menikmati indahnya panorama posong yang awalnya terancam dialihfungsikan dan dibeli investor. Sebaiknya masyarakat mampu mengikuti sikap Zunianto menciptakan suatu yang hampir tidak digunakan menjadi tempat yang mempunyai fungsi dan bermanfaat bagi masyarakat.

MUKJIZAH MUKHTAR LUTFI
LA64_PSIKOLOGI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar