Senin, 02 Maret 2015

Human Realities in the light of Sociology, Anthropology, Philosophical Anthropology, and Psycholog2y


UNDERSTANDING SOCIOLOGY, ANTHROPOLOGY, AND PSYCHOLOGY
A. SOCIOLOGY
    Secara etimologis, Kata sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu 'socius' yang berarti teman atau kawan dan 'logos' yang berarti ilmu pengetahuan. Sehingga sosiologi dapat didefinisikan Sosiologi adalah studi ilmiah tentang perilaku sosial dan kelompok-kelompok manusia.
   
   Dalam sosiologi ini berfokus pada bagaimana pengaruh hubungan sosial pada sikap dan perilaku masyarakat dan bagaimana masyarakat dibentuk dan perubahannya. 
Istilah sosiologi pertama kali dicetuskan oleh seorang filsuf asal Perancis bernama Auguste Comte dalam bukunya Cours de la Philosovie Positive. sehingga bapak Auguste Comte dikenal dengan bapak sosiologi. Auguste Comte  menyebut sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat tentang  suatu studi positif tentang hukum-hukum dasar dari berbagai gejala sosial yang dibedakan menjadi sosiologi statis dan sosiologi dinamis.
 
August Comte mengkaji sosiologi secara sistematis, sehingga sosiologi terlepas dari ilmu filsafat dan berdiri sendiri sejak pertengahan abad ke-19. Menurut August Comte, Sosiologi dapat dikatakan sebagai ilmu sejauh sosiologi mendasarkan penelaahannya pada bukti-bukti ilmiah dan metode-metode ilmiah, Gagasan Comte mendapat perhatian yang luar biasa, hal ini terbukti dengan  dengan munculnya sejumlah ilmuwan di bidang sosiologi. Mereka antara lain Emile Durkh eim , Roucek dan Warren , Max Weber, dan Pitirim A. Sorokin, Wiliam F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff, dan Paul B. Horton

Beberapa definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa para Ahli :
 
1.      Emilie Durkheim
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fakta-fakta social.

2.      Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok.

3.      Pitirim A. Sorokin
Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala social dan Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala social maupun gejala non social

4.      Wiliam F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.

5.      Max Weber
 Ilmu tentang tindakan-tindakan sosiaL

6.      Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan kajian pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

TEORI SOSIOLOGI

   Teori adalah sarana pokok untuk menyatakan hubungan sisitematik dalam gejala sosial maupun natural yang ingin diteliti. Teori merupakan abstraksi dari pengertian atau hubungan dari proposi atau detail.
Teori Sosiologi adalah kumpulan pernyataan yang berusaha untuk  menjelaskan masalah, tindakan, atau perilaku. Teori Sosiologi  efektif karena memiliki penjelasan dan prediktif. Teori ini merupakan bukan pernyataan akhir tentang perilaku manusia.

   Teori sosiologi adalah seluruh abstrak dan termasuk teori yang menjelaskan kebanyakan dari fakta dalam suatu disiplin dan menempatkan kebanyakan dari prinsip dan peraturan umum kedalam suatu sistem terpadu.

Teori sosiologi adalah segala sesuatu yang mengandung pandangan tentang ilmu kemasyarakatan, atau yang mempelajari masyarakat.

Beberapa Perspektif Teoritis Sosiologis:

1. Functionalist Perspective

Menekankan cara kepada bagian dari suatu masyarakat yang tersteruktur untuk menjanga setabilitas.

a. Fungsi Manifest: Lembaga terbuka, menyatakan, fungsi sadar yang melibatkan yang diakui konsekuensi dari aspek masyarakat. 
b. Fungsi laten: fungsi Sadar atau tidak diinginkan yang mungkin mencerminkan tujuan tersembunyi dari sebuah institusi.
c. Disfungsi: Elemen atau proses masyarakat yang dapat mengganggu sistem sosial atau stabilitas. 
  
2. Perspektif konflik

Mengasumsikan perilaku sosial paling baik dipahami dalam hal konflik atau ketegangan antara kelompok yang bersaing. Dari sudut pandang feminisme, melihat perbedaan gander sebagai pusat untuk semua perilaku dan organisasi, sering bersekutu dengan perspektif konflik.

3. Interaksionis Perspektif

Dianggap sebagai pendiri perspektif interaksionis. Dramaturgi pendekatan: Orang dilihat sebagai pemain teater.

B. ANTROPHOLOGY

   Antropologi adalah holistik dalam disiplin yang bersangkutan dengan mempelajari seluruh kondisi manusia: masa lalu, sekarang dan masa depan yang menggambarkan manusia melalui pengetahuan ilmu sosial dan ilmu hayati (alam), dan juga humaniora. Antropologi mempelajari biologi, masyarakat, bahasa, dan budaya.  
Antropologi adalah studi tentang spesies manusia. Kata anthropology berasal dari bahasa Yunani istilah anthropos, yang berarti manusia, dan logia atau logo, yang berarti ilmu pengetahuan atau studi.

   Antropologi bertujuan untuk lebih memahami dan mengapresiasi manusia sebagai spesies homo sapiens dan makhluk sosial dalam kerangka kerja yang interdisipliner dan komprehensif. Oleh karena itu, antropologi menggunakan teori evolusi biologi dalam memberikan arti dan fakta sejarah dalam menjelaskan perjalanan umat manusia di bumi sejak awal kemunculannya. Antropologi juga menggunakan kajian lintas-budaya dalam menekankan dan menjelaskan perbedaan antara kelompok-kelompok manusia dalam perspektif material budaya, perilaku sosial, bahasa, dan pandangan hidup.

Definisi Antrophology yang dikemukakan dari beberapa ahli:
 
1. David Hunter 
    Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia

2. Koentjaraningrat
   Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna    bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

3. William A. Havilland
   Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang  manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.


4 CABANG UTAMA ANTROPHOLOGY, YAITU :

Hasil gambar untuk definisi antropologi dari beberapa ahli

1.      Cultural Antrophology
Cabang antrophology yang mempelajari tentang keanekaragaman budaya Indonesia.
Antropologi Budaya menggabungkan etnografi dan etnologi untuk mempelajari masyarakat dan kebudayaan manusia untuk tujuan menjelaskan kesamaan  dan perbedaan sosial dan budaya.
  • Etnografi
Sebuah komunitas tertentu yang menghasilkan buku, artikel atau film berdasarkan kumpulan informasi dari kerja lapangan. Menekankan perilaku local, kepercayaan, adat istiadat, kehidupan social, kegiatan ekonomi, politik, dan agama, ketimbang perkembangan di tingkat nasional.
  • Etnologi
Etnologi memeriksa, menafsirkan, menganalisis, dan membandingkan data etnografi yang dikumpulkan dalam masyarakat yang berbeda untuk membuat generalisasi tentang masyarakat dan budaya.
2.      Archaeological Anthropology

Antropologi arkeologi merekonstruksi, menjelaskan, dan menafsirkan perilaku manusia di masa lalu dan pola budaya melalui sisa-sisa material seperti sisa-sisa struktur dan temasuk artefak. Arkeolog menggunakan studi paleoecological. Arkeologi tidak terbatas pada masyarakat prasejarah.

Arkeologi sejarah menggabungkan data dan tekstual data arkeologi untuk merekonstruksi kelompok historis dikena
l.

Tujuan arkeologi beragam, Di antaranya adalah yang disebut dengan paradigma arkeologi, yaitu menyusun sejarah kebudayaan, memahami perilaku manusia, serta mengerti proses perubahan budaya.arkeologi mempelajari budaya masa silam seperti  pada masa prasejarah, maupun pada masa sejarah. Pada perkembangannya, arkeologi juga dapat mempelajari budaya masa kini, sebagaimana dipopulerkan dalam kajian budaya bendawi modern karena bergantung pada benda-benda peninggalan masa lalu, maka arkeologi sangat membutuhkan kelestarian benda-benda tersebut sebagai sumber data.

3.      Biological Antrophology

Antropologi biologis multidisiplin karena mengacu pada biologi, zoologi, geologi, anatomi, fisiologi, kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu tulang, dan arkeologi.
Ada lima kepentingan khusus dalam antropologi biologi:

  •  Paleoantropologi: Ilmu yang mempelajari asal usul dan perkembangan manusia dengan fosil manusia purba sebagai objek penelitiannya dan merupakan salah satu dari cabang ilmu biologi.
  • Genetika manusia
  • Pertumbuhan dan perkembangan manusia
  • Plastisitas biologis manusia: kemampuan tubuh untuk mengubah karena berupaya dengan tekanan seperti panas, dingin, dan ketinggian
  • Primatologi: Studi biologi, evolusi, perilaku, dan kehidupan sosial primata.
4. Linguistik

Antropologi linguistik adalah studi tentang bahasa dalam konteks sosial dan budaya di seluruh ruang dan waktu. Ahli bahasa sejarah merekonstruksi bahasa kuno dan mempelajari variasi linguistik melalui waktu. Antropologi lebih berfokus terhadap bahasa-bahasa, sehingga pada praktek dalam bahasa tersebut menentukan pola dalam komunikasi, merumuskan kategori identitas sosial, dan dalam hubungannya dengan bentuk-bentuk makna keputusan.

Teoritis antropologi akademik / meliputi empat sub bidang yaitu budaya, arkeologi, biologi, dan bahasa antropologi. Diarahkan pada pengumpulan data untuk menguji hipotesis dan model yang diciptakan untuk memajukan bidang antropologi.

C. PSYCHOLOGY
Secara etimologi “Psikologi” berasal dari bahasa Yunani: Psyche dan logos. Psyche artinya jiwa dan logos berarti ilmu. Psychology adalah Studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental. Secara terminology Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
Di bawah ini definisi yang dikemukakan dari beberapa para ahli :
  • Menurut Crow & Crow : Psikologi ialah tingkah laku manusia, yaitu interaksi manusia dengan dunia sekitarnya.
  •  Menurut Sartain : Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia.
  • Menurut Bruno (1987) :Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama,psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua,psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”.Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkahlaku” organisme.
  • Menurut Richard Mayer (1981) : Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
Psychology Work
Berbagai Akar dan Pendekatan Ilmiah Awal dari Psikologi :
  •      Strukturalisme
struktualisme berfokus mengungkap komponen mental yang mendasar persepsi, kesadaran, pemikiran, emosi, dan jenis lain dari kondisi mental dan kegiatan
introspeksi
. Wilhelm Wundt mendedikasikan untuk mencari struktur unsure pikiran dan E.B.
  • Fungsionalisme

William James merupakan ahli teori fungsionalisme.
fungsionalisme berfoukus pada apa yang dipikiran tersebut lakukan dan bagaimana fungsi perilaku tersebut dalam beradaptasi terhadap lingkungan. Sangat dipengaruhi oleh teori Darwin. Fungsionalisme ini focus terhadap telaah tentang fungsi-fungsi kesadaran itu sendiri.
  • Gestalt Psychology
Menekankan bagaimana persepsi diatur. Bagaimana seseorang mengatur persepsi dirinya sendiri.

Berbagai Pendekatan Psikologi yang Kontemporer :
  • Pendekatan Biologi
Pendekatan biologi memusatkan pada perilaku yang berfouks terhadap gen, terutama otak dan sistem saraf. Pendekatan biologi ini meneliti dasar struktur dan proses fisik.
  •  Pendekatan Behavioristik
Pendekatan behavioristik menekankan pada suatu perilaku yang  nampak, berhubungan dengan lingkungan dan stimulus. John B. Wason dan B. F. Skinner merupakan ahli behavioristik awal yang penting.
  • Pendekatan Psikodinamika
Pendekatan Psikodinamika menekankan Perilaku ditentukan oleh kekuatan batin  yang kuat, seperti naluri dan keinginan biologis, pikiran ketidaksadaran. Sigmund Freud merupakan pendiri pendekatan psikodinamika.
  • Pendekatan Humanistik
Pendekatan Humanistik menekankan seseorang untuk pertumbuhan yang positif, dan kebebasan dalam menentukan kehidupan yang dipilihnya atau takdie apapun, dan kualitas yang positif.
  •  Pendekatan Kognitif
Pendekatan Kognitif menekankan pada proses kognitif seperti memori, berpikir dan penalaran,memperlajari perhatian, berpikir memecahkan masalah, mengingat, dan belajar.
  • Pendekatan Evolusioner
Pendekatan evolusioner berfokus pada peran yang memungkinkan pewarisan kecenderungan dalam berbagai aspek perilaku. Pendekatan evolusioner menekankan bahwa pentingnya suatu perilaku dalam beradaptasi, reproduksi dana bertahan hidup
  •  Pendekatan Sosial Budaya
Berfokus pada semua aspek perilaku sosial dan dampak dari faktor-faktor budaya dan menyelidiki perbedaan lintas-budaya. Pendekatan ini memusatkan terhadap cara perilaku kita dalam suatu konteks sosial budaya.
Faktor Psikologis Mempengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental 
  • Psikologi Kesehatan
Mengeksplorasi hubungan antara faktor-faktor psikologis dan penyakit fisik atau penyakit
ilmu jiwa
klinik
Penawaran dengan studi, diagnosis, dan pengobatan gangguan psikologis
  • Konseling Psikologi
    Berfokus terutama pada pendidikan, masalah sosial, dan karir-penyesuaian

Pendekatan yang digunakan oleh psikolog untuk secara sistematis memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang perilaku dan fenomena lain yang menarik.

Empat langkah utama :

1. Mengidentifikasi pertanyaan yang menarik
2. Merumuskan penjelasan
3. Melakukan penelitian yang dirancang untuk mendukung atau menolak penjelasan
4. Mengkomunikasikan temuan 

 
Referensi :